Selasa, 09 November 2021

DIAMOND LORD MOBILE VIA ID IGG PROSES 1-10 MENIT

      *PAKET A*                         

123 💎   = 15,500

246 💎   = 30,000

737 💎   = 89,000

1228 💎 = 148,000

2455 💎 = 295,000

7365 💎 = 880,000


 

    *PAKET B*                         

💎615 = 75,500

💎1.106  = 134,500

💎2.211 =  267,000

💎3.315 =  399,500

💎3.683 =  443,000

💎4.910 = 590,000

💎5.033 =  605,500

💎9.820 =  1,175,000

💎10.066 =  1,205,000

💎11.048 =  1,323,000

💎22.096 =  2,640,000

Minggu, 30 September 2018

Saifullah akbar batubara


MAKALAH
PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR


Dosen
IR. Herman Somantri, MT

Disusun oleh

Saifullah Akbar B.    
153030130
Kelas A











PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PASUNDAN
BANDUNG
2018



KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, penulis panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ilmiah tentang Pembangkit Listrik Tenaga Air dengan baik.
Penulis menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak terutama Bapak IR. Herman Somantri, MT sebagai Dosen mata kuliah Sistem Pembangkit Daya yang telah membimbing penulis dalam pembuatan makalah ini. Sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.
        Terlepas dari semua itu, penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu penulis mengharapkan adanya saran dan kritik dari pembaca agar nantinya makalah ini akan menjadi lebih baik.
        Akhir kata penulis berharap semoga makalah ilmiah tentang Pembangit Listrik Tenaga Air ini dapat memberikan manfaat baik untuk penulis ataupun pembaca.



Bandung, 13 Desember 2018


Saifullah Akbar Batubara


ABSTRAK
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) adalah salah satu pembangkit listrik yang menggunakan energy potensial dan energi kinetik air sebagai alat penggerak turbinnya sehingga bisa menghasilkan energy listrik. Bagian utama pembangkit ini adalah sebuah generator yang dihubungkan ke turbin, lalu energy kinetic dan energy potensial dari air tersebut yang menggerakkan turbin tersebut. Pembangkit ini tidak mutlak menggunakan air yang terdapat di waduk saja, selain air yang terdapat di waduk, pembangkit ini juga dapat menggunakan air yang terdapat pada air terjun dan juga ombak. Energy listrik yang dihasilkan oleh PLTA disebut juga dengan hidroelektrik.



DAFTAR ISI





DAFTAR GAMBAR


DAFTAR TABEL


DAFTAR PERSAMAAN



BAB I                    
PENDAHULUAN


1.1       Latar belakang      

Air memiliki manfaat yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Tidak ada satupun yang meragukan itu. Terbukti pada saat masyarakat mengeluh ketika air di saluran air tidak keluar. Manfaat air sangat dirasakan betul sebagai penyelamat kehidupan. Salah satu pemanfaatan air yang cukup cerdas adalah dibentuknya pembangkit listrik tenaga air.
Manfaat air yang cukup besar dan berpengaruh terhadap kehidupan manusia secara keseluruhan ini harusnya diimbangi dengan kesadaran menjaga sumber air yang ada di bumi. Membuang-buang air untuk sesuatu hal yang tidak perlu bukan pekerjaan yang mulia. Pemanfaatan air untuk digunakan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air akan jauh lebih berguna bagi kehidupan.
Air dan listrik menjadi dua kebutuhan yang tidak bisa digantikan oleh apapun. Kegiatan sehari-hari akan sangat terganggu ketika pasokanair dan listrik terganggu. Oleh karena itu, upaya untuk menjaga agar dua hal tersebut tidak terjadi pun dilakukan. Jika membicarakan Pembangkit Listrik Tenaga Air, maka yang dibicarakan di sini adalah upaya untuk tetap menjaga agar pasokan listrik tetap ada.

1.2       Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang akan dibahas pada makalah ini adalah :
1.   Apa yang dimaksud dengan pembangkit listrik tenaga air?
2.   Bagaimana konsep kerja pembangkit listrik tenaga air?
3.   Bagaimana cara kerja pembangkit listrik tenaga air?
4.   Apa saja komponen-komponen dasar pada pembangkit listrik tenaga air?
5.   Bagaimana prinsip PLTA dan konversi energinya?
6.   Bagaimana perkembangan dan potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)?
7.   Apa kelebihan dan kekurangan pembangkit listrik tenaga air?

1.3       Tujuan

Adapun tujuan dari pembahasan makalah ini yaitu:
1.    Mengetahui pengertian dari pembangkit listrik tenaga air.
2.    Mengetahui konsep kerja pembangkit listrik tenaga air?
3.    Mengetahui cara kerja pembangkit listrik tenaga air?
4.    Mengetahui komponen-komponen dasar pada pembangkit listrik tenaga air.
5.    Mengetahui prinsip PLTA dan konversi energinya?     
6.    Mengetahui perkembangan dan potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)
7.    Mengetahui kelebihan dan kekurangan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)

1.4       Manfaat

Adapun manfaat dari pembuatan makalah ini yaitu :
1.    Mengetahui pengertian dari pembangkit listrik tenaga air.
2.    Mengetahui konsep kerja pembangkit listrik tenaga air
3.    Mengetahui cara kerja pembangkit listrik tenaga air
4.    Mengetahui komponen-komponen dasar pada pembangkit listrik tenaga air.
5.    Mengetahui prinsip PLTA dan konversi energinya
6.    Mengetahui perkembangan dan potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)
7.    Mengetahui kelebihan dan kekurangan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)


BAB II                 
PEMBAHASAN

2.1       Pengertian PLTA

Pembangkit listrik tenaga air adalah salah satu sumber energi listrik yang memanfaatkan air sebagai sumber listrik. Pembangkit ini merupakan salah satu sumber energi listrik utama yang ada di Indonesia. Keberadaannya diharapkan mampu memenuhi pasokan listrik bagi masyarakat Indonesia, selain yang berasal dari bahan bakar batu bara. Pembangkit listrik tenaga air di Indonesia banyak dikembangkan. Hal ini karena persediaan air di Indonesia cukup melimpah.
Keberadaan beberapa waduk besar di Indonesia, selain digunakan untuk penampungan air juga dimanfaatkan untuk menjadi energi penghasil listrik. Pilihan mengembangkan pembangkit listrik tenaga air ini salah satunya disebabkan potensi air yang ada di Indonesia. Jumlah air yang melimpah, dikembangkan untuk menciptakan energi yang diubah menjadi sebuah arus listrik. Hal ini ditujukan untuk menciptakan biaya produksi yang murah pada listrik di Indonesia.
Pembangkit listrik tenaga air termasuk salah satu sumber pembangkit listrik tertua yang pernah ditemukan. Selain pembangkit ini, masih ada pula beberapa jenis pembangkit listrik yang ada di dunia. Seperti pembangkit listrik tenaga surya, Pembangkit Listrik Tenaga Diesel, Dan Juga Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir.
Pembangkit Tinggi Tenaga Air (PLTA) bekerja dengan cara merubah energi potensial (dari dam atau air terjun) menjadi energi mekanik (dengan bantuan turbin air) dan dari energi mekanik menjadi energi listrik (dengan bantuan generator).Kapasitas PLTA diseluruh dunia ada sekitar 675.000 MW,setara dengan 3,6 milyar barrel minyak atau samadengan 24 % kebutuhan listrik dunia yang digunakan oleh lebih 1 milyar orang. PLTA termasuk jenis pembangkitan hidro. Karena pembangkitan ini menggunakan air untuk kerjanya. Saat ini pengetahuan tentang PLTA perlu untuk diketahui oleh para mahasiswa sebagai modal awal untuk kedepannya.
PLTA mulai dikembangkan di Indonesia secara bertahap pada tahun 1900. Masa itu merupakan era dimana penggunaan bahan bakar minyak merupakan sumber energi utama di dunia. Pengembangan PLTA tidak terlalu diprioritaskan oleh karena itu progresnya berjalan lambat. Sedangkan sekarang, pengembangan PLTA mulai di tinjau ulang karena penggunaan bahan bakar minyak mengahasilkan banyak polusi lingkungan dan persediaan bahan bakar minyak mulai menipis.
Beberapa alasan tambahan bahwa PLTA lebih menguntungkan dibandingkan tipe generator lain adalah :
1.    Persediaan air cenderung tidak habis dan dapat diperbaharui.
2.    Ramah Lingkungan.
3.    Tidak memerlukan bahan bakar.
4.    Periode mulainya terjadi secara terus menerus.
5.    Pengoperasiannya sederhana dan biaya perawatannya murah.
6.    Hampir tidak ada resiko meledak.

2.1.1 Potensi air sebagai sumber energi

Energi Hidroelectrik adalah energi air. Air bergerak menyimpan energi alami yang sangat besar, apakah air bagian dari sungai yang mengalir atau ombak di lautan. Bayangkan kekuatan merusak dari sungai yang merusak tempat penyimpanannya dan menyebabkan banjir atau ombak tinggi yang merusak garis pantai pendek dan kamu dapat memvisualisasikan jumah kekuatan yang terlibat.
Energi ini dapat dimanfaatkan dan dikonversikan menjadi listrik, dan pembangkit listrik tenaga air tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca. Ini juga merupakan sumber energi terbarukan karena air secara terus menerus mengisi ulang melalui siklus hidrologi bumi. Semua sistem hidroelectrik membutuhkan sumber air mengalir tetap, seperti sungai atau anak sungai, tidak seperti tenaga matahari dan angin, tenaga ini dapat menghasilkan tenaga terus menerus selama 24 jam setiap harinya.

2.2       Prinsip kerja plta

Sudah dijelaskan di atas bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Air menggunakan tenaga yang dimiliki oleh air untuk dapat beroperasi. Jadi, konsep kerja dari sistem Pembangkit Listrik Tenaga Air ini kurang lebih adalah seperti itu. Bagaimana caranya mengubah energi besar yang dimiliki oleh air agar berfungsi untuk “memancing” hadirnya energi listrik atau arus listrik.
Baling-baling pada turbin, seperti yang telah dijelaskan di atas adalah elemen yang nantinya akan berputar dan menghasilkan energi. Energi yang dihasilkan oleh pergerakan baling-baling turbin berupa energi panas. Energi panas itulah yang kemudian diproses sehingga menjadi energi listrik yang manfaatnya dapat kita rasakan sehari-hari.
Itu artinya, pergerakan baling-baling turbin dipengaruhi oleh jumlah air yang ada di waduk atau bendungan. Semakin banyak jumlah air yang terdapat di waduk atau bendungan tersebut, maka energi panas yang dihasilkannya pun otomatis akan semakin besar. Sebaliknya, semakin kecil debit air, maka kekuatan baling-baling berputar pun akan semakin kecil.

2.3       Komponen-Komponen PLTA kmb

Komponen – komponen dasar PLTA berupa dam, turbin, generator dan transmisi.

2.3.1        Waduk/Bendungan

Gambar 1. Bendungan
Bendungan, berfungsi untuk menampung air dalam jumlah besar karena turbin memerlukan pasokan air yang cukup dan stabil. Dengan menaikkan permukaan air sungai untuk menciptakan tinggi jatuh air. Selain itu dam juga berfungsi untuk pengendalian banjir. contoh waduk Jatiluhur yang berkapasitas 3 miliar kubik air dengan volume efektif sebesar 2,6 miliar kubik. Selain menyimpan air, bendungan juga dibangun dengan tujuan untuk menyimpan energi. 
Bendungan atau dam adalah konstruksi yang dibangun untuk menahan laju air menjadi waduk, danau, atau tempat rekreasi. Bendungan juga digunakan untuk mengalirkan air ke sebuah Pusat Listrik Tenaga Air. Kebanyakan dam juga memiliki bagian yang disebut pintu air untuk membuang air yang tidak diinginkan secara bertahap atau berkelanjutan. Jenis bendungan antara lain:
A.     Bendungan Beton
1.    Bendungan Gravitasi
2.    Bendungan Busur
3.    Rongga
B.     Bendungan Urugan
1.    Bendungan Urugan Batu
2.    Tanah
C.     Bendungan Kerangka Baja
D.     Bendungan Kayu

2.3.2        Turbin

Gambar 2 Turbin


Turbin berfungsi untuk mengubah energi potensial menjadi energi mekanik. Air akan memukul susu – sudu dari turbin sehingga turbin berputar. Perputaran turbin ini di hubungkan ke generator. Turbin terdiri dari berbagai jenis seperti turbin Francis, Kaplan, Pelton, dll.
Gaya jatuh air yang mendorong baling-baling menyebabkan turbin berputar. Turbin air kebanyakan seperti kincir angin, dengan menggantikan fungsi dorong angin untuk memutar baling-baling digantikan air untuk memutar turbin. Selanjutnya turbin merubah energi kinetik yang disebabkan gaya jatuh air menjadi energi mekanik.
Turbin merupakan peralatan yang tersusun dan terdiri dari beberapa peralatan suplai air masuk turbin, diantaranya sudu (runner), pipa pesat (penstock), rumah turbin (spiral chasing), katup utama (inlet valve), pipa lepas (draft tube), alat pengaman, poros, bantalan (bearing), dan distributor listrik. Menurut momentum air turbin dibedakan menjadi dua kelompok yaitu turbin reaksi dan turbin impuls. Turbin reaksi bekerja karena adanya tekanan air, sedangkan turbin impuls bekerja karena kecepatan air yang menghantam sudu.
Prinsip Kerja Turbin Reaksi yaitu Sudu-sudu (runner) pada turbin francis dan propeller berfungsi sebagai sudu-sudu jalan, posisi sudunya tetap (tidak bisa digerakkan). Sedangkan sudu-sudu pada turbin kaplan berfungsi sebagai sudu-sudu jalan, posisi sudunya bisa digerakkan (pada sumbunya) yang diatur oleh servomotor dengan cara manual atau otomatis sesuai dengan pembukaan sudu atur. Proses penurunan tekanan air terjadi baik pada sudu-sudu atur maupun pada sudu-sudu jalan (runner blade). Prinsip Terja Turbin Pelton berbeda dengan turbin rekasi Sudu-sudu yang berbentuk mangkok berfungsi sebagai sudu-sudu jalan, posisinya tetap (tidak bisa digerakkan). Dalam hal ini proses penurunan tekanan air terutama terjadi didalam sudu-sudu aturnya saja (nosel) dan sedikit sekali (dapat diabaikan) terjadi pada sudu-sudu jalan (mangkok-mangkok runner).
Air yang digunakan untuk membangkitkan listrik bisa berasal dari bendungan yang dibangun diatas gunung yang tinggi, atau dari aliran sungai bawah tanah. Karena sumber air yang bervariasi, maka turbin air didesain sesuai dengan karakteristik dan jumlah aliran airnya. Berikut ini merupakan berbagai jenis turbin yang biasa digunakan untuk PLTA.

2.3.3                 Generator


Gambar 3 Generator
Generator, dihubungkan dengan turbin melalui gigi-gigi putar sehingga ketika baling-baling turbin berputar maka generator juga ikut berputar. Generator selanjutnya merubah energi mekanik dari turbin menjadi energi elektrik. Generator di PLTA bekerja seperti halnya generator pembangkit listrik lainnya.
Generator dihubungkan ke turbin dengan bantuan poros dan gearbox. Memanfaatkan perputaran turbin untuk memutar kumparan magnet didalam generator sehingga terjadi pergerakan elektron yang membangkitkan arus AC.
Generator listrik adalah sebuah alat yang memproduksi energi listrik dari sumber energi mekanis. Generator terdiri dari dua bagian utama, yaitu rotor dan stator. Rotor terdiri dari 18 buah besi yang dililit oleh kawat dan dipasang secara melingkar sehingga membentuk 9 pasang kutub utara dan selatan. Jika kutub ini dialiri arus eksitasi dari Automatic Voltage Regulator (AVR), maka akan timbul magnet. Rotor terletak satu poros dengan turbin, sehingga jika turbin berputar maka rotor juga ikut berputar. Magnet yang berputar memproduksi tegangan di kawat setiap kali sebuah kutub melewati "coil" yang terletak di stator. Lalu tegangan inilah yang kemudian menjadi listrik. Agar generator bisa menghasilkan listrik, ada tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu:

A.   Putaran
Putaran rotor dipengaruhi oleh frekuensi dan jumlah pasang kutub pada rotor, sesuai dengan persamaan:

n = 60 . f / P

Persamaan II1
 


Dimana:
n : putaran
f  : frekuensi
P : jumlah pasang kutub
Jumlah kutub pada rotor di PLTA Saguling sebanyak 9 pasang, dengan frekuensi system sebesar 50 Hertz, maka didapat nilai putaran rotor sebesar 333 rpm.

B.    Kumparan
Banyak dan besarnya jumlah kumparan pada stator mempengaruhi besarnya daya listrik yang bisa dihasilkan oleh pembangkit
C.    Magnet
Magnet yang ada pada generator bukan magnet permanen, melainkan dihasilkan dari besi yang dililit kawat. Jika lilitan tersebut dialiri arus eksitasi dari AVR maka akan timbul magnet dari rotor.
Sehingga didapat persamaan:

E = B . V . L
 

Persamaan II2
Dimana:
E  : Gaya elektromagnet
B  : Kuat medan magnet
V  : Kecepatan putar
L   : Panjang penghantar

Dari ketiga hal tersebut, yang bernilai tetap adalah putaran rotor dan kumparan, sehingga agar beban yang dihasilkan sesuai, maka yang bisa diatur adalah sifat kemagnetannya, yaitu dengan mengatur jumlah arus yang masuk. Makin besar arus yang masuk, makin besar pula nilai kemagnetannya, sedangkan makin kecil arus yang masuk, makin kecil pula nilai kemagnetannya.
Menurut jenis penempatan thrust bearingnya, generator dibedakan menjadi empat, yaitu:
1.     Jenis biasa - thrust bearing diletakkan diatas generator dengan dua guide bearing.
2.     Jenis Payung (Umbrella Generator) - thrust bearing dan satu guide bearing diletakkan dibawah rotor.
3.     Jenis setengah payung (Semi Umbrella Generator) – kombinasi guide dan thrust bearing diletakkan dibawah rotor dan second guide bearing diletakkan diatas rotor.
4.     Jenis Penunjang Bawah – thrust bearing diletakkan dibawah coupling.

D.   Transmisi 
Transmisi berguna untuk mengalirkan listrik dari PLTA ke rumah – rumah atau industri. Sebelum listrik kita pakai tegangannya di turunkan lagi dengan travo step down.

2.4      Prinsip PLTA dan Konversi Energi

Pada prinsipnya PLTA mengolah energi potensial air diubah menjadi energi kinetis dengan adanya head, lalu energi kinetis ini berubah menjadi energi mekanis dengan adanya aliran air yang menggerakkan turbin, lalu energi mekanis ini berubah menjadi energi listrik melalui perputaran rotor pada generator. Jumlah energi listrik yang bisa dibangkitkan dengan sumber daya air tergantung pada dua hal, yaitu jarak tinggi air (head) dan berapa besar jumlah air yang mengalir (debit).
Untuk bisa menghasilkan energi listrik dari air, harus melalui beberapa tahapan perubahan energi, yaitu:
A.     Energi Potensial
Energi potensial yaitu energi yang terjadi akibat adanya beda potensial, yaitu akibat adanya perbedaan ketinggian.

Ep = m . g . h
Besarnya energi potensial yaitu:

Persamaan II3
Persamaan 3
 



Dimana:
Ep       : Energi Potensial
m         : massa (kg)
g          : gravitasi (9.8 kg/m2)
h          : head (m)

B.     Energi Kinetis
Energi kinetis yaitu energi yang dihasilkan akibat adanya aliran air sehingga timbul air dengan kecepatan tertentu, yang dirumuskan

Persamaan II4
Persamaan 4

Ek = 0,5 m . v . v
 



Dimana:
Ek       : Energi kinetis
m         : massa (kg)
v          : kecepatan (m/s)

C.     Energi Mekanis
Energi mekanis yaitu energi yang timbul akibat adanya pergerakan turbin. Besarnya energi mekanis tergantung dari besarnya energi potensial dan energi kinetis. Besarnya energi mekanis
dirumuskan:

Persamaan II5
Persamaan 5

Em = T . Ɵ . t
 



Dimana:
Em      : Energi mekanis
T          : torsi
Ɵ         : sudut putar
t           : waktu (s)



D.     Energi Listrik
Ketika turbin berputar maka rotor juga berputar sehingga menghasilkan energi listrik sesuai persamaan:

El = V . I . t

Persamaan II6
Persamaan 6
 



Dimana:
El        : Energi Listrik
V         : tegangan (Volt)
I           : Arus (Ampere)
t           : waktu (s)

2.5      Perkembangan dan Potensi PLTA
PLTA telah berkontribusi banyak bagi pembangunan kesejahteraan manusia sejak beberapa puluh abad yang lalu. Yunani tercatat sebagai negara pertama yang memanfaatkan tenaga air untuk memenuhi kebutuhan energi listriknya. Pada akhir tahun 1999, tenaga air yang sudah berhasil dimanfaatkan di dunia adalah sebesar 2650 TWh, atau sebesar 19 % energi listrik yang terpasang di dunia.
Indonesia mempunyai potensi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) sebesar 70.000 mega watt (MW). Potensi ini baru dimanfaatkan sekitar 6 persen atau 3.529 MW atau 14,2 % dari jumlah energi pembangkitan PT PLN.

2.5.1        Tenaga Ombak
Dewan Energi Dunia memprediksikan bahwa tenaga ombak dapat menghasilkan dua terawatts energi setiap tahunnya. Ini dua kali lipat dari produksi listrik dunia saat ini dan setara dengan energi yang dihasilkan oleh 2000 pembangkit listrik bertenaga minyak, gas, batu bara dan  nuklir. Total energi terbarukan di dalam laut, jika dapat dimanfaatkan, akan dapat memenuhi kebutuhan energi dunia lebih dari 5000 kali. Tapi hingga kini pemanfaatan tenaga ombak masih bersifat teori. Bahkan teknologinya masih belum dikembangkan, dan masih sangat awal untuk memprediksikan secepat apa ini akan  berkontribusi pada gambaran energi global.

2.5.2        Tenaga Sungai
    Pada tahun 2003, 16 persen listrik dunia diproduksi oleh pembangkit listri tenaga air. Tenaga air memanfaatkan energi air yang bergerak dari  tingkat tinggi ke tingkat rendah (contoh, air mengalir kebawah) makin besar jatuhnya air, makin cepat aliran air maka makin besar listrik dapat dihasilkan,  Sayangnya, bendungan yang dapat beroperasi untuk tenaga air dapat menenggelamkan ekosistem. Air membutukan komunitas hilir, petani dan ekosistem seharusnya juga dihitung sebagai bagian komunitas.
     Energi air dari bendungan tidak bisa diandalkan selama musim kering yang panjang  dan musim kemarau ketika sungai kering atau volumenya berkurangBagaimanapun juga, sistem hidro skala kecil dapat menghasilkan listrik cukup besar tanpa membutuhkan bendungan yang besar. klasifikasi sebagai “kecil,” ‘Mini,” “mikro,” tergantung pada berapa banyak listrik yang diproduksinya, sistem hidro kecil menangkap energi sungai tanpa mengambil banyak air dari aliran alaminya. Tenaga air berskala kecil merupakan sumber energi yang ramah  lingkungan dengan perkembangan yang potensial, tapi ini tidak akan mencapai potensialnya kecuali kita memberikannya kesempatan. Lihat halaman Ambil Tindakan untuk bagaiman kau dapat menjadi bagian dari solusi perubahan iklim.


2.6    Keunggulan dan keterbatasan PLTA

Ada beberapa keunggulan dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang dapat dirangkum secara garis besar sebagai berikut :
A.     Respon pembangkit listrik yang cepat dalam menyesuaikan kebutuhan beban. Sehingga pembangkit listrik ini sangat cocok digunakan sebagai pembangkit listrik tipe peak untuk kondisi beban puncak maupun saat terjadi gangguan di jaringan.
B.     Kapasitas daya keluaran PLTA relatif besar dibandingkan dengan pembangkit energi terbarukan lainnya dan teknologinya bisa dikuasai dengan baik oleh Indonesia.
C.     PLTA umumnya memiliki umur yang panjang, yaitu 50-100 tahun.
D.     Bendungan yang digunakan biasanya dapat sekaligus digunakan untuk kegiatan lain, seperti irigasi atau sebagai cadangan air dan pariwisata.
E.      Bebas emisi karbon yang tentu saja merupakan kontribusi berharga bagi lingkungan.

Selain keunggulan yang telah disebutkan diatas, ada juga efek negatif pembangunan PLTA/kerugiannya yaitu sebagai berikut:
1.        Pada lingkungan, yaitu mengganggu keseimbangan ekosistem sungai/danau akibat dibangunnya bendungan.
2.        Biaya investasi paling mahal.
3.        Pembangunan bendungan memakan waktu yang lama.
4.        Memerlukan lahan yang luas.
5.        Di samping itu terkadang, kerusakan pada bendungan dapat menyebabkan resiko kecelakaan dan kerugian yang sangat besar 


2.7.1 Pengenalan

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cirata merupakan PLTA terbesar di Asia Tenggara. PLTA ini memiliki konstruksi power house di bawah tanah dengan kapasitas 8x126 Megawatt (MW) sehingga total kapasitas terpasang 1.008 Megawatt (MW) dengan produksi energi listrik rata-rata 1.428 Giga Watthour (GWH) pertahun yang dislaurkan melalui jaringan transmisi tegangan ekstra tinggi 500 kV ke sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali (Jamali). Energi didapat dari bendungan Cirata dengan volume 2.163 m3. Unit Pembangkitan Cirata merupakan PLTA terbesar di Asia Tenggara.
 PLTA Cirata dibangun dengan komposisi bangunan power house empat lantai di bawah tanah yang berjarak sekitar 2 km dari mesin-mesin pembangkit yang terletak di power house.
PLTA Cirata dioperasikan oleh anak perusahaan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN persero) yaitu PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) yang disalurkan melalui saluran transmisi tenaga listrik 500 kilo volt (KV) ke sistem Jawa Bali yang diatur oleh dispatcher PLN Pusat Pengatur Beban (P3B). Kontribusi utama Cirata terhadap sistem Jawa Bali yaitu memikul beban puncak dan beroperasi pada pukul 17.00-22.00, dengan moda operasi LFC (Load Frequency Control), di mana memiliki fasilitas line charging bila sistem Jawa Bali mengalami Black Out dan Start up operasi/ sinkron ke jaringan 500 KV yang relatif cepat yaitu kurang lebih lima menit.
PLTA Cirata terletak di daerah aliran sungai (DAS) Citarum di Desa Tegal Waru, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Latar belakang pendirian PLTA ini, dengan letak sungai Citarum yang subur, bergunung-gunung dan dianugerahi curah hujan yang tinggi. Pembangunan proyek PLTA Cirata merupakan salah satu cara pemanfaatan potensi tenaga air di Sungai Citarum yang letaknya di wilayah kabupaten Bandung, kurang lebih 60 km sebelah barat laut kota Bandung atau 100 km dari Jakarta melalui jalan Purwakarta.
Gambar 4 Bendungan PLTA Cirata (1)
)

Daerah
Desa Tegal Waru, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat
Tipe PLTA
Dengan waduk
Mulai beroperasi
1988
Jumlah pembangkit
8
Kapasitas
  126 MW tiap pembangkit, total kapasitas 1008 MW
Daya listrik rata-rata pertahun
1428 GWH
Jaringan transmisi
500 KV

Turbin PLTA Cirata


Kapasitas turbin
129.000 KW
Putaran Turbin
187,5 RPM
Tinggi air jatuh efektif untuk memutar turbin
112,5 meter
Debit air maksimum
135 m3/detik






2.7.2    
Bagian-Bagian PLTA CIRATA

Gambar 5 Bendungan PLTA Cirata (2)
A.     Bagian-Bagian PLTA (dalam diagram)

No. Petunjuk
Nama Alat
Keterangan
1
Waduk
Tempat menampung air sungai
2
Main Gate
Pintu air utama
3
Bendungan
Penahan laju sungai
4
Penstock
Pipa yang menyalurkan air dari waduk menuju sungai
5
Katup Utama
Katup buka-tutup
6
Turbin
Baling-baling yang digerakkan oleh air
7
Generator
Pengubah energi mekanik menjadi energi listrik
8
Draftube
Penampung air sebelum dibuang
9
Trailrace
Pembuangan air
10
Transformator
Pengubah listrik
11
Switch yard
Pengatur listrik
12
Kabel Transmisi
Distributor listrik
13
Spillways
Tempat keluarnya lebihan air waduk

B.  SPESIFIKASI TURBIN PLTA CIRATA
Guna menghasilkan energi listrik sebesar 1.428 GWH, dioperasikan delapan buah turbin dengan kapasitas masing-masing 129MW dengan putaran 187,5 RPM. Adapun tinggi air jatuh efektif untuk memutar turbin 112,5 meter dengan debit air maksimum 135 m3 perdetik. Turbin yang digunakan di waduk Cirata adalah Turbin Francis dengan spesifikasi:







SPESIFIKASI
KETERANGAN
Tipe
Francis, vertical shaft
Produksi
VOEST-ALPINE
Rate Net Head
106,8 m
Rated Output
129,6 MW
Kecepatan
187,5 rpm
Debit Pada Kondisi Diatas
132,5 m3/s
Runaway Speed
400 rpm
Spiral Case Inlet Diameter
4300 mm
Draft Tube Outlet Diameter
6400 rpm
Diameter Runner
Dth = 3400 m
Jumlah Runner Blade
z = 16
Jumlah Guide Vane
z = 24
Bukaan Maksimum Guide Vane
260 mm
Ketinggian Guide Vane
980 mm
Jumlah Servomotor
2
Tekanan Normal Operasi Guide Vane
55 kg/cm2
Tekanan  Oli Minimum Guide Vane
38,5 kg/cm2
Langkah Servomotor
440 mm
Diameter Piston Servomotor
400

A.     PRINSIP KERJA
Air yang berada pada ketinggian tertentu senantiasa mengalirkan air dengan masa tertentu setiap menit. Seperti masa air yang berada pada suatu ketinggian memiliki energi potensial gravitasi. Ketika masa air turun ke bawah energy potensialnya berkurang karna sebagian energi potensialnya dirubah menjadi enrgi kinetik.
Sesuai dengan hukum kekekalan energi mekanik, semakin ke bawah energi kinetik semakin besar. Ek air yang cukup besar akan mengenai sudu-sudu turbin yang dipasang didasar air terjun dan akan memutarkan poros turbin yang seporos dengan poros generator Kemudian generator berputar dan menghasilkan energy listrik.
Gambar 6 TURBIN (1)

Gambar 7 TURBIN (2)

Ek = Ep
mv² = mgh

Dengan energi potensial yang tinggi maka laju aliran air di ujung pipa akan tinggi pula. Apabila diameter pipa tidak berubah (semua pipa diameternya sama) maka kita dapat menentukan laju aliran air tersebut menggunakan rumus dibawah:

Persamaan II7
Persamaan 7
 


Keterangan:
Ek = energy kinetik (J)
Ep = energy potensial (J)
m  = massa air (kg)
v = kecepatan air (m/s)
g = gravitasi 9.8  (m/s²)
h = ketinggian air (m)
Dengan demikian kita juga dapat menentukan debit airnya:

Q = Av


Persamaan II8
Persamaan 8
 



Keterangan:
 A= luas penampang
Q = debit air (m3/s)

Pin turbin  = ρhQg


Persamaan II9
Persamaan 9
Besarnya daya listrik sebelum masuk ke turbin secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut:


Pout turbin   = ρ . h . Q . g . ηturbin


Persamaan II10
Persamaan 10
Sedangkan besar daya output turbin adalah sebagai berikut :


Persamaan II11
Persamaan 11
Sehingga secara matematis daya real yang dihasilkan dari pembangkit adalah sebagai berikut :

Preal = ρ . h . Q. g . ηturbin . ηgenerator . ηtm


Persamaan II12
Persamaan 12

ηgenerator=  x 100%
 




Keterangan : 


Pin = daya masukan ke turbin (watt)
Pout = daya keluaran dari turbin (watt)
Preal = daya sebenarnya yang dihasilkan (watt)
  ρ  = massa jenis fluida (kg/m3)
Q = debit air (m3/s)
h  = ketinggian efektif (m)
g  = gaya gravitasi (m/s²)
W = Usaha (j)
a(j)


Efisiensi turbin sesuai dengan kondisi beban:

Daya yang keluar dari generator dapat diperoleh dari perkalian efisiensi turbin dan generator dengan daya yang keluar secara teoritis. Sebagaimana dapat dipahami dari rumus tersebut di atas, daya yang dihasilkan adalah hasil kali dari tinggi jatuh dan debit air, oleh karena itu berhasilnya pembangkitan tenaga air tergantung daripada usaha untuk mendapatkan tinggi jatuh air dan debit yang besar secara efektif dan ekonomis.

η =  x 100%

Persamaan II13
Persamaan 13
Namun, tidak semua energi potensial dari air diubah menjadi energi listrik. Oleh karena itu kita mengenal konsep efisiensi:



Persamaan II14
Persamaan 14

Pdihasilkan = ηPhitung
Pdihasilkan = ηρhQ

Dengan demikian daya listrik yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga air adalah:


ε = N B A ω sin ωt
Untuk menghitug beda potensial yang dihasilkan, kita menggunakan rumus GGL induksi yang dikenal dalam Hukum induksi Faraday yang bunyinya “Gaya gerak listrik (GGL) induksi pada sebuah rangkaian sama dengan kecepatan perubahan fluks yang melalui rangkaian tersebut”. Rumus yang digunakannya adalah:

ω = 2πf,


Persamaan II16
Persamaan 16

Persamaan II15
Persamaan 15
 



Terdapat pada rumus gerak melingkar (kecepatan berputar magnet)
Keterangan:


ε = ggl induksi sesaat (volt)
N = banyak lilitan kumparan
B = besar induksi magnetic (Wb/m²=T)
A = luas penampang/loop (m²)
ω = kecepatan sudut (rad/s)
t  = lama kumparan telah berputar (s)
f = frekuensi



B.     CARA KERJA GENERATOR


Generator listrik adalah sebuah alat yang memproduksi energi listrik dari sumber energi mekanis. Agar generator bisa menghasilkan listrik, ada tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu:

A.     Putaran
Putaran rotor dipengaruhi oleh frekuensi dan jumlah pasang kutub pada rotor, sesuai dengan persamaan:

rpm = 60 . f / P


Persamaan II17
Persamaan 17
 




Dimana :
rpm = putaran
f = frekuensi
P = jumlah pasang kutub


B.     Kumparan
Banyak dan besarnya jumlah kumparan pada stator mempengaruhi besarnya daya listrik yang bisa dihasilkan oleh pembangkit.
C.     Magnet
Magnet yang ada pada generator bukan magnet permanen, melainkan dihasilkan dari besi yang dililit kawat. Jika lilitan tersebut dialiri arus eksitasi dari AVR maka akan timbul magnet dari rotor.
Sehingga didapat persamaan:

E = B . V . L

Persamaan II18
Persamaan 18
 


Dimana:


E : Gaya elektromagnet
B : Kuat medan magnet
V : Kecepatan putar
L : Panjang penghantar


Dari ketiga hal tersebut, yang bernilai tetap adalah putaran rotor dan kumparan, sehingga agar beban yang dihasilkan sesuai, maka yang bisa diatur adalah sifat kemagnetannya, yaitu dengan mengatur jumlah arus yang masuk. Makin besar arus yang masuk, makin besar pula nilai kemagnetannya, sedangkan makin kecil arus yang masuk, makin kecil pula nilai kemagnetannya.

C.     PERHITUNGAN PROSES KEJADIAN LISTRIK
Daya input turbin:
Pin turbin= ρ.h.Q.g
= 1025 x 106,8 x 132,5 x 9,8 = 141,8MW

Efisiensi turbin:
η =  x 100%
=  x 100% = 89%

Daya output turbin:
P out turbin = η.ρ.Q.g
= 89% x 1025 x 106,8 x 132,5 x 9,8 = 126,5 MW

Data di atas adalah perhitungan daya yang dihasilkan pada setiap turbin sesuai dengan spesifikasi turbin dan waduk di PLTA Cirata


BAB III
PENUTUP



3.1            Kesimpulan

Pembangkit listrik tenaga air adalah salah satu sumber energi listrik yang memanfaatkan air sebagai sumber listrik. Komponen –komponen pada PLTA terdiri dari dam, turbin, generator dan transmisi. Beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi kerja PLTA adalah aliran permukaan, aliran dasar tinggi muka air, kehilangan air, keadaan DAS. PLTA diklasifikasikan berdasarkan cara mendapat air, tujuan pembangunan, beban, tinggi terjun, daya terpasang, interkoneksi dan karakteristik beban, gedung sentral, keadaan generator.






DAFTAR PUSTAKA


http://rakhman.net/2013/04/prinsip-kerja-pembangkit-listrik-tenaga-air.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Pembangkit_Listrik_Tenaga_Air_Cirata
http://id.wikipedia.org/wiki/PLTA_Tes
http://ft.umm.ac.id/id/umm-news-1189-kerja-sama-dengan-pt-pln-persero-umm-tambah-
http://yefrichan.wordpress.com/2010/05/31/klasifikasi-turbin/
http://jonny-havianto.blogspot.com/2012/12/peluang-plta-buatan-indonesia.html
http://4bri.blogspot.com/2012/11/cara-kerja-pembangkit-listrik-tenaga.html